Perlukah Anak Mengikuti Banyak Les? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Orang Tua

Dipublikasikan pada 11 Jul 2026 | Kategori: Berita, Inspirasi, Tips & Trik

Perlukah Anak Mengikuti Banyak Les? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Orang Tua


Di tengah semakin banyaknya pilihan kegiatan untuk anak, mulai dari les akademik, kursus bahasa, musik, olahraga, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya, banyak orang tua bertanya-tanya: apakah semakin banyak les berarti semakin baik untuk perkembangan anak?


Keinginan untuk memberikan yang terbaik tentu sangat wajar. Namun, jadwal yang terlalu padat belum tentu selalu memberikan manfaat yang optimal. Alih-alih berkembang, anak justru bisa merasa lelah, kehilangan waktu bermain, atau bahkan kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebenarnya mereka sukai.


Lalu, bagaimana cara menentukan apakah anak perlu mengikuti banyak les atau tidak?


Manfaat Mengikuti Les bagi Anak


Jika dipilih dengan tepat, les dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain membantu meningkatkan kemampuan akademik atau keterampilan tertentu, les juga dapat membantu anak belajar disiplin, membangun rasa percaya diri, melatih komunikasi, dan mengembangkan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.


Misalnya, kursus bahasa dapat membantu anak meningkatkan kemampuan komunikasi dan wawasan global. Les musik dapat melatih kreativitas dan konsentrasi, sementara olahraga membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mengembangkan kemampuan sosial.


Karena itu, mengikuti les bukanlah hal yang buruk. Namun, para ahli mengingatkan bahwa aktivitas tambahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa meskipun kegiatan terstruktur dapat mendukung perkembangan anak, waktu bermain bebas tetap penting untuk membantu perkembangan sosial, emosional, dan kreativitas mereka. Orang tua perlu memastikan anak memiliki jadwal yang seimbang dan tidak terlalu padat.


*baca juga: Rekomendasi Aktivitas Luar Sekolah untuk Anak


Tanda Anak Mungkin Terlalu Banyak Mengikuti Les


Setiap anak memiliki kapasitas yang berbeda. Ada yang mampu mengikuti beberapa kegiatan sekaligus tanpa masalah, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu luang lebih banyak.


Orang tua perlu mulai mengevaluasi jadwal anak jika menemukan beberapa tanda berikut:


1. Anak Sering Terlihat Lelah


Jika anak terus-menerus terlihat kelelahan setelah sekolah dan les, hal ini bisa menjadi tanda bahwa jadwalnya terlalu padat.


Kelelahan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat mempengaruhi suasana hati, motivasi belajar, bahkan kesehatan anak secara keseluruhan.


*baca juga: Kenapa anak cepat bosan saat belajar?


2. Anak Kehilangan Waktu Bermain


Bermain bukan sekadar hiburan bagi anak. Melalui bermain, anak belajar berimajinasi, memecahkan masalah, berinteraksi dengan orang lain, dan mengelola emosi.


Jika hampir seluruh waktu anak dihabiskan untuk sekolah dan les, kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanaknya bisa berkurang.


3. Prestasi Tidak Meningkat Meski Jadwal Sangat Padat


Sebagian orang tua mengira semakin banyak les akan otomatis meningkatkan prestasi anak. Padahal, jika anak sudah terlalu lelah atau tidak menikmati prosesnya, hasil yang diperoleh belum tentu lebih baik.


Dalam beberapa kasus, anak justru mengalami penurunan motivasi karena merasa terlalu terbebani.


4. Anak Mulai Menolak atau Mengeluh


Sesekali mengeluh tentu masih wajar. Namun, jika anak terus-menerus menunjukkan penolakan, stres, atau kehilangan semangat terhadap hampir semua kegiatan yang dijalaninya, orang tua perlu mengevaluasi kembali jadwal yang ada.


Mendengarkan pendapat anak juga merupakan bagian penting dalam mengambil keputusan terkait aktivitas mereka.


Bagaimana Menentukan Les yang Tepat untuk Anak?


Sebelum mendaftarkan anak ke berbagai kursus, ada beberapa pertanyaan yang dapat dipertimbangkan:


  • Apakah anak benar-benar membutuhkan kegiatan tersebut?
  • Apakah anak menunjukkan minat terhadap bidang tersebut?
  • Apakah jadwalnya masih memberikan cukup waktu untuk bermain dan beristirahat?
  • Apakah kegiatan tersebut membantu perkembangan kemampuan yang memang ingin dikembangkan?

Fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas. Satu atau dua kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak sering kali memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan banyak kegiatan yang dijalani karena tuntutan atau tren semata.


*baca juga: Rekomendasi Kursus Anak di Kota Medan


Tidak Semua Les Harus Bersifat Akademik


Saat mendengar kata “les”, banyak orang langsung membayangkan tambahan pelajaran sekolah. Padahal, perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik.


Kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri juga merupakan keterampilan penting yang akan berguna hingga dewasa nanti. Karena itu, orang tua dapat mempertimbangkan kegiatan yang membantu anak mengembangkan keterampilan tersebut sesuai usia dan minatnya.


Selain kemampuan akademik, berbagai penelitian dan pakar pendidikan anak usia dini juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan sosial, bahasa, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak. Melalui aktivitas yang sesuai dengan minat dan tahap perkembangannya, anak dapat belajar berkomunikasi, bereksplorasi, serta membangun rasa percaya diri yang akan bermanfaat hingga dewasa nanti (Edukasi Kompas, 2023).


Pilih Kegiatan yang Membuat Anak Aktif dan Terlibat


Salah satu alasan anak cepat kehilangan minat terhadap suatu les adalah karena proses belajarnya terlalu pasif atau tidak sesuai dengan gaya belajar mereka.


Kegiatan yang melibatkan diskusi, praktik langsung, permainan edukatif, dan interaksi dengan teman sebaya biasanya lebih menarik bagi anak dibandingkan metode yang hanya berfokus pada hafalan atau pengerjaan soal. Ketika anak merasa terlibat dan menikmati proses belajar, mereka akan lebih termotivasi untuk berkembang.


Kembangkan Kemampuan Bahasa Anak bersama OAKLEARN


Jika Anda sedang mencari kegiatan yang tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan komunikasi anak, program Bahasa Inggris dan Mandarin dapat menjadi salah satu pilihan.


Di OAKLEARN Center, belajar English dan Mandarin dirancang secara interaktif melalui role play, project-based learning, games, dan interactive discussion sehingga anak aktif berpartisipasi selama proses belajar.


Selain itu, setiap siswa mengikuti placement test sehingga dapat belajar di kelas yang sesuai dengan kemampuan bahasanya. Dengan begitu, materi tidak terasa terlalu sulit maupun terlalu mudah, sehingga anak dapat belajar dengan nyaman dan lebih percaya diri menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Tags

anak belajar motivasi oaklearn pendidikan
Chat via WhatsApp ×

Hai! Ada yang bisa kami bantu?

Chat Sekarang