Kecemasan Bahasa (Language Anxiety) pada Anak Zaman Sekarang : Mengapa Terjadi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Dipublikasikan pada 29 Nov 2025 | Kategori: Berita, Inspirasi

Kecemasan Bahasa (Language Anxiety) pada Anak Zaman Sekarang : Mengapa Terjadi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Berita, Inspirasi 29 Nov 2025

Di era yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan bahasa terutama bahasa Inggris dan Mandarin menjadi skill penting bagi anak. Namun realitanya, banyak anak yang mengalami kecemasan bahasa (language anxiety): rasa takut, khawatir, atau tidak percaya diri saat harus berbicara dalam bahasa asing.

Fenomena ini semakin sering ditemukan pada anak usia sekolah hingga remaja, dan menjadi topik yang banyak dibicarakan para orang tua dan pendidik pada 2024–2025.

Pertanyaannya:
Mengapa anak-anak sekarang lebih mudah cemas saat belajar bahasa?
Dan apa yang bisa dilakukan orang tua dan guru untuk membantu mereka?


Apa Itu Kecemasan Bahasa?

Kecemasan bahasa adalah kondisi ketika seseorang merasa takut, gugup, atau stres ketika harus menggunakan bahasa asing.
Pada anak, ini bisa terlihat melalui:

  • Menolak berbicara karena takut salah

  • Hanya mau menjawab dengan suara pelan

  • Takut diejek atau malu sama teman

  • Diam total meskipun paham (passive understanding)

  • Menangis atau frustasi ketika diminta berbicara

Ini bukan kurang pintar, tapi reaksi emosional yang cukup umum pada anak zaman sekarang.


Mengapa Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengalami Language Anxiety?

1. Tekanan Sosial dari Lingkungan

Anak-anak sekarang tumbuh di era media sosial.
Mereka lebih sadar diri, lebih takut terlihat “salah”, dan lebih mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Banyak anak merasa:

“Kalau aku salah ngomong Inggris/Mandarin, nanti diketawain.”

Ketakutan ini membuat mereka memilih diam.


2. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi

Orang tua ingin yang terbaik, tetapi sering tanpa sadar memberikan tekanan seperti:

  • “Kamu kan sudah les, masa masih salah?”

  • “Coba ulang lagi yang bagus!”

  • “Ayo cepat bisa!”

Anak akhirnya merasa bahasa itu beban, bukan kemampuan yang bisa bertumbuh.


3. Trauma Kecil dari Pengalaman Belajar Sebelumnya

Ada anak yang pernah dimarahi guru atau ditertawakan teman waktu salah mengucapkan kata.
Pengalaman kecil seperti itu bisa menempel bertahun-tahun.


4. Kurikulum Tradisional yang Terlalu Menekankan Grammar

Beberapa anak pernah belajar dengan metode yang terlalu akademik:

  • hafalan berlebihan,

  • tugas menulis banyak,

  • koreksi yang terlalu keras.

Ini membuat bahasa terasa menakutkan.


5. Kurangnya Kesempatan untuk Practice

Banyak anak hanya belajar teori, tapi jarang ngobrol.
Ketika diminta berbicara, mereka panik karena tidak terbiasa.


Dampak Language Anxiety pada Perkembangan Anak

Jika tidak ditangani, kecemasan bahasa bisa berdampak:

  • anak sulit berkembang dalam bahasa asing

  • takut mencoba hal baru

  • kehilangan kepercayaan diri

  • tidak berani tampil atau berinteraksi

  • performa sekolah menurun

  • tertutup terhadap peluang di masa depan

Karena itu, isu ini penting dan harus ditangani sejak dini.


Bagaimana Cara Mengurangi Language Anxiety pada Anak?

Oaklearn percaya bahwa anak akan berkembang ketika mereka merasa aman, diterima, dan tidak takut salah.
Ada beberapa pendekatan efektif:


1. Belajar Dengan Cara Fun, Bukan Tekanan

Anak lebih cepat menyerap bahasa ketika belajar melalui:

  • permainan

  • lagu

  • gerak tubuh

  • storytelling

  • dialog pendek

Fun learning menurunkan ketegangan.


2. Tidak Menertawakan Kesalahan

Di Oaklearn, kesalahan bukan aib, tapi tanda progres.
Anak didorong untuk mencoba, bukan harus sempurna.


3. Menggunakan Native-Friendly Approach

Guru menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, gesture jelas, dan tone lembut sehingga anak lebih berani berbicara.


4. Memberikan Pujian Kecil untuk Setiap Usaha

Bukan pujian berlebihan, tetapi:

  • “Good try!”

  • “Nice pronunciation!”

  • “You were brave today!”

Pujian sederhana meningkatkan kepercayaan diri.


5. Membiasakan Practice Tanpa Tekanan

Dalam kelas Oaklearn, anak melakukan:

  • roleplay

  • pair-talk

  • games conversation

  • mini challenges

Supaya speaking terasa natural dan tidak menegangkan.


Di Oaklearn, Bahasa Adalah Ruang Aman untuk Berkembang

Fokus kami bukan membuat anak langsung lancar, tetapi membuat mereka berani dulu.
Ketika anak berani, bahasa akan mengikuti.

Karena itu pembelajaran di Oaklearn selalu:

  • ramah anak

  • tidak menghakimi

  • interaktif

  • supportive

  • mengutamakan kepercayaan diri

Anak yang dulunya tidak mau bicara, kini bisa menyampaikan kalimat sederhana dengan senyum.
Dan itu adalah kemenangan yang nyata.


Kesimpulan: Anak Tidak Takut Bahasa Mereka Takut Dinilai

Kecemasan bahasa bukan tanda bahwa anak tidak mampu.
Ini tanda bahwa mereka butuh lingkungan belajar yang aman, hangat, dan mendukung.

Ketika anak merasa dihargai, bukan dibandingkan
ketika mereka diajak bermain, bukan dihakimi
ketika mereka dibimbing, bukan ditekan

di situlah kemampuan bahasa berkembang secara alami.

Dan Oaklearn ingin menjadi tempat itu bagi setiap anak.


Tags

anak belajar motivasi oaklearn pendidikan
Chat via WhatsApp ×

Hai! Ada yang bisa kami bantu?

Chat Sekarang