IELTS vs TOEFL: Apa Bedanya dan Mana yang Harus Dipilih?
Bagi yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, kemampuan Bahasa Inggris sering menjadi salah satu persyaratan yang perlu dipersiapkan. Dua tes yang paling sering ditemui adalah IELTS dan TOEFL.
Keduanya sama-sama menguji kemampuan Bahasa Inggris, tetapi memiliki format, jenis tugas, durasi, dan sistem penilaian yang berbeda. Karena itu, memilih antara IELTS dan TOEFL sebaiknya tidak hanya berdasarkan anggapan bahwa salah satunya lebih mudah, tetapi disesuaikan dengan tujuan dan persyaratan yang dibutuhkan.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan IELTS dan TOEFL? Dan bagaimana menentukan tes yang sesuai?
1. IELTS dan TOEFL Itu Apa?
IELTS (International English Language Testing System) adalah tes kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan tinggi. Untuk keperluan studi di tingkat undergraduate maupun postgraduate, salah satu jenis yang digunakan adalah IELTS Academic. IELTS Academic menguji empat kemampuan utama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
Sementara itu, TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language - Internet-based Test) merupakan tes Bahasa Inggris yang berfokus pada penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks akademik. TOEFL iBT juga mengukur empat kemampuan, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Jadi, secara umum keduanya memiliki tujuan yang serupa: mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang untuk kebutuhan tertentu, termasuk pendidikan. Perbedaannya lebih terlihat pada bagaimana kemampuan tersebut diuji.
2. Apa Perbedaan IELTS dan TOEFL?
Perbedaan IELTS dan TOEFL dapat dilihat dari beberapa aspek, mulai dari format tes hingga sistem penilaiannya.
IELTS Academic memiliki empat bagian dengan total waktu sekitar 2 jam 45 menit. Speaking berlangsung sekitar 11-14 menit, sementara Listening sekitar 30 menit, Reading 60 menit, dan Writing 60 menit.
Sementara itu, TOEFL iBT versi terbaru membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Tes ini menggunakan format adaptif, sehingga jumlah item dan waktu dapat bervariasi sesuai dengan jalannya tes.
Ada juga perbedaan yang cukup penting pada sistem skor. IELTS menggunakan band score 0-9, sedangkan TOEFL iBT mulai 21 Januari 2026 menggunakan skala 1-6 dalam kenaikan 0,5. Selama masa transisi hingga Januari 2028, laporan TOEFL juga mencantumkan skor keseluruhan yang dapat dibandingkan dengan skala 0-120. Karena TOEFL baru mengalami perubahan pada 2026, peserta perlu berhati-hati ketika membaca informasi lama mengenai sistem skor TOEFL.
3. Perbandingan Format Tes
Meskipun sama-sama menguji empat kemampuan Bahasa Inggris, bentuk tugas yang diberikan pada IELTS dan TOEFL berbeda.
Angka pada TOEFL merupakan perkiraan waktu dasar karena formatnya adaptif dan waktu maupun jumlah item dapat berubah.
Listening
Pada IELTS Academic, Listening berlangsung sekitar 30 menit dan terdiri dari empat bagian. Peserta mendengarkan rekaman dan menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar. Rekaman dapat menggunakan berbagai aksen, termasuk British, Australian, New Zealand, dan North American. TOEFL iBT versi 2026 memiliki beberapa jenis task Listening, termasuk percakapan, pengumuman, dan materi akademik.
Reading
IELTS Academic Reading berlangsung selama 60 menit. Peserta membaca beberapa teks dan menjawab pertanyaan berdasarkan informasi, gagasan, maupun struktur yang terdapat dalam teks. Pada TOEFL iBT terbaru, Reading mencakup task seperti Complete the Words, Read in Daily Life, dan Read an Academic Passage.
Writing
IELTS Academic Writing terdiri dari dua task. Task 1 meminta peserta mendeskripsikan informasi visual seperti grafik, tabel, chart, atau diagram. Task 2 meminta peserta membahas suatu sudut pandang, argumen, atau permasalahan. Pada TOEFL iBT terbaru, Writing mencakup task seperti Build a Sentence, Write an Email, dan Write for an Academic Discussion.
Speaking
Speaking menjadi salah satu bagian yang cukup berbeda. Pada IELTS, Speaking merupakan sesi tersendiri dengan durasi sekitar 11-14 menit. Sementara pada TOEFL iBT terbaru, Speaking dilakukan melalui komputer dengan task seperti Listen and Repeat dan Take an Interview.
Perbedaan format ini bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang memilih tes yang akan diambil.
4. IELTS atau TOEFL untuk Kuliah ke Luar Negeri?
Jika tujuan utama adalah melanjutkan kuliah ke luar negeri, hal pertama yang perlu diperhatikan bukanlah memilih IELTS atau TOEFL berdasarkan popularitasnya. Periksa terlebih dahulu persyaratan universitas dan program studi yang dituju.
Setiap institusi dapat menetapkan persyaratan Bahasa Inggris masing-masing. Bahkan ketika sebuah universitas menerima lebih dari satu jenis tes, persyaratan skor yang ditetapkan dapat berbeda.
Hal ini juga penting karena sistem skor TOEFL berubah pada 2026. ETS menyebutkan bahwa institusi sedang memperbarui persyaratan mereka untuk menyesuaikan dengan skala baru, sementara sebagian institusi masih dapat menampilkan persyaratan dalam format 0-120 selama masa transisi. Karena itu, calon peserta sebaiknya memeriksa persyaratan langsung dari institusi tujuan.
Dengan kata lain, sebelum mendaftar IELTS atau TOEFL, pastikan terlebih dahulu:
- Universitas mana yang dituju?
- Program studi apa yang dipilih?
- Tes Bahasa Inggris apa yang diterima?
- Berapa skor minimum yang dibutuhkan?
Informasi tersebut dapat membantu menentukan langkah persiapan dengan lebih tepat.
5. Bagaimana Memilih Tes yang Sesuai?
Setelah mengetahui persyaratan universitas atau institusi tujuan, barulah pertimbangkan format tes yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
Persyaratan institusi tujuan
Ini menjadi pertimbangan utama. Pastikan tes yang dipilih diterima oleh universitas atau institusi yang dituju.
Format tes
Perhatikan bagaimana masing-masing tes menguji Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Misalnya, peserta dapat mempertimbangkan format Speaking yang digunakan pada IELTS dan TOEFL.
Sistem penilaian
IELTS menggunakan band score 0-9, sedangkan TOEFL iBT sejak 2026 menggunakan skala 1-6. Pastikan memahami sistem yang digunakan dalam persyaratan institusi tujuan.
Waktu persiapan
Jangan hanya mempertimbangkan tanggal tes. Berikan waktu yang cukup untuk membangun kemampuan Bahasa Inggris sekaligus berlatih dengan format tes yang akan dihadapi.
Target yang ingin dicapai
Menentukan target skor sejak awal dapat membantu membuat persiapan menjadi lebih terarah, terutama jika universitas atau program studi memiliki persyaratan minimum tertentu.
Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “IELTS atau TOEFL yang lebih mudah?”, tetapi “Tes mana yang sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan saya?”
6. Persiapan IELTS dan TOEFL di OAKLEARN
Memahami format tes adalah salah satu bagian penting dalam persiapan IELTS maupun TOEFL. Namun, persiapan juga perlu mencakup pengembangan kemampuan Bahasa Inggris pada empat skills: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
Di OAKLEARN Center, peserta dapat mempersiapkan diri untuk IELTS dan TOEFL dengan pembelajaran yang berfokus pada kemampuan Bahasa Inggris sekaligus pemahaman terhadap karakter tes.
Dengan persiapan yang terarah, peserta dapat mengetahui bagian mana yang masih perlu ditingkatkan dan memiliki waktu untuk membangun kemampuan sebelum mengikuti tes sebenarnya.
Baik IELTS maupun TOEFL memiliki karakteristik masing-masing. Karena itu, memahami perbedaannya dan mengetahui persyaratan dari institusi tujuan merupakan langkah awal yang penting sebelum menentukan tes yang akan diambil.
*baca juga: Belajar Bahasa Inggris dari Nol di Usia Dewasa, Apakah Bisa?
Konsultasi sekarang
WhatsApp 0822-6710-4860
Kunjungi kami di
Jl RA Kartini, No.29, Medan Polonia, Kota Medan