Belajar Bahasa Inggris: Lebih Penting Grammar atau Speaking?
Saat belajar Bahasa Inggris, ada dua kemampuan yang sering menjadi perhatian: grammar dan speaking. Grammar membantu kita memahami bagaimana sebuah kalimat disusun dengan benar, sementara speaking membuat kita mampu menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi.
Lalu, ketika waktu belajar terbatas, apakah sebaiknya lebih fokus pada grammar atau speaking?
Keduanya memiliki peran yang berbeda dan saling melengkapi dalam proses belajar Bahasa Inggris. Penelitian Cambridge dalam pembelajaran bahasa menunjukkan bahwa pengetahuan grammar berkaitan dengan kemampuan seseorang menggunakan bahasa secara lisan, sementara kemampuan speaking sendiri melibatkan berbagai komponen seperti pengetahuan bahasa, pemrosesan bahasa, dan pronunciation.
Grammar: Dasar untuk Menggunakan Bahasa dengan Tepat
Grammar adalah aturan yang membantu kita memahami bagaimana kata disusun menjadi kalimat.
Misalnya, perbedaan:
She goes to school every day.
dan
She go to school every day.
Keduanya mungkin masih dapat dipahami, tetapi kalimat pertama mengikuti struktur grammar yang tepat. Bagi pelajar, pemahaman grammar membantu membangun kemampuan untuk menyusun kalimat dengan lebih akurat, baik ketika speaking maupun writing.
Untuk anak sekolah, grammar juga memiliki kaitan langsung dengan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Pemahaman tentang tenses, sentence structure, subject-verb agreement, dan berbagai aspek grammar lainnya dapat membantu mereka memahami materi dan mengerjakan tugas maupun ujian dengan lebih baik.
Namun, mengetahui aturan grammar saja belum tentu membuat seseorang terbiasa menggunakannya dalam percakapan.
Speaking: Saat Bahasa Inggris Mulai Digunakan
Berbeda dengan grammar yang banyak berkaitan dengan struktur bahasa, speaking berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan Bahasa Inggris secara langsung untuk berkomunikasi.
Saat speaking, seseorang tidak hanya perlu memikirkan grammar. Ia juga perlu memilih vocabulary yang tepat, menyusun kalimat, memperhatikan pronunciation, memahami lawan bicara, dan merespons dalam waktu yang relatif cepat.
Karena itu, seseorang bisa saja memahami banyak aturan grammar tetapi masih merasa ragu ketika harus berbicara. Sebaliknya, seseorang yang cukup berani berbicara mungkin dapat menyampaikan maksudnya meskipun masih melakukan beberapa kesalahan grammar.
Inilah mengapa speaking membutuhkan latihan penggunaan bahasa, bukan hanya pemahaman terhadap aturan.
Grammar Bagus, tapi Tidak Berani Speaking?
Ini adalah situasi yang cukup umum dalam proses belajar bahasa. Seorang siswa mungkin mendapatkan nilai grammar yang baik di sekolah, mampu mengerjakan soal tenses, atau memahami struktur kalimat. Namun ketika diminta memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris, melakukan presentasi, atau menjawab pertanyaan secara spontan, mereka masih merasa gugup.
Masalahnya bukan selalu karena mereka tidak memahami Bahasa Inggris. Bisa jadi mereka belum cukup mendapatkan kesempatan untuk menggunakan apa yang sudah dipelajari.
Kemampuan speaking berkembang melalui penggunaan bahasa secara aktif. Penelitian mengenai kemampuan speaking menunjukkan bahwa kemampuan tersebut melibatkan berbagai aspek pengetahuan dan pemrosesan bahasa, bukan hanya satu komponen saja.
Lancar Speaking, tapi Grammar Berantakan?
Situasi sebaliknya juga bisa terjadi. Seseorang mungkin sudah cukup percaya diri berbicara dalam Bahasa Inggris, tetapi masih sering melakukan kesalahan dalam struktur kalimat.
Pada percakapan santai, beberapa kesalahan mungkin tidak menghalangi orang lain untuk memahami maksudnya. Namun, ketika digunakan untuk academic writing, school assignments, formal presentations, emails, maupun professional communication, accuracy tetap menjadi bagian penting.
Penelitian tentang pengajaran grammar juga menunjukkan bahwa pembelajaran grammar dapat membantu pelajar mencapai tingkat akurasi yang lebih baik dalam penggunaan bahasa. Jadi, kemampuan berbicara dan ketepatan grammar sebenarnya tidak perlu diposisikan sebagai dua hal yang bertentangan.
Grammar dan Speaking Perlu Berjalan Bersama
Bayangkan grammar sebagai fondasi, sedangkan speaking menjadi salah satu cara untuk menggunakan fondasi tersebut dalam komunikasi.
Anak dapat mempelajari pola kalimat seperti:
I like…
I don't like…
I am…
I have…
Namun, pembelajaran akan menjadi lebih bermakna ketika pola tersebut kemudian digunakan dalam percakapan.
Misalnya, setelah belajar struktur “I like...”, anak tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga menggunakannya untuk menjawab:
“What food do you like?”
Kemudian berkembang menjadi percakapan yang lebih panjang.
Dengan cara seperti ini, grammar tidak hanya menjadi aturan yang dihafalkan, tetapi menjadi bagian dari bahasa yang benar-benar digunakan.
Untuk Anak hingga Orang Dewasa, Kebutuhannya Bisa Berbeda
Grammar dan speaking tetap penting, tetapi fokus pembelajarannya dapat disesuaikan dengan usia dan tujuan belajar.
Untuk anak, grammar dapat diperkenalkan melalui aktivitas yang sesuai dengan usia, sementara speaking dilatih melalui percakapan, games, storytelling, dan aktivitas interaktif.
Untuk remaja dan mahasiswa, keduanya dapat digunakan untuk mendukung academic English, presentation, discussion, dan berbagai kebutuhan komunikasi.
Sementara bagi orang dewasa, kemampuan grammar dan speaking dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih praktis seperti conversation, meeting, presentation, interview, maupun professional communication.
*baca juga: Belajar Bahasa Inggris dari Nol di Usia Dewasa, Apakah Bisa?
Dengan begitu, pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya mengejar kemampuan untuk mengerjakan soal, tetapi juga membangun kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam situasi nyata.
Jadi, Grammar atau Speaking?
Daripada melihat grammar dan speaking sebagai dua kemampuan yang harus dipilih salah satunya, lebih tepat melihat keduanya sebagai bagian yang saling melengkapi.
Grammar membantu seseorang memahami bagaimana menggunakan bahasa dengan tepat, sedangkan speaking memberikan kesempatan untuk menggunakan bahasa tersebut secara nyata.
Ketika keduanya dilatih secara seimbang, pelajar tidak hanya dapat memahami materi Bahasa Inggris dengan lebih baik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi lebih terbiasa dan percaya diri saat menggunakannya.
Belajar Grammar dan Speaking Bersama di OAKLEARN
Di OAKLEARN Center, pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi.
Grammar tetap dipelajari sebagai bagian dari dasar bahasa yang membantu siswa memahami struktur dan menyusun kalimat dengan lebih tepat. Di saat yang sama, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk speaking, conversation, role play, discussion, dan berbagai aktivitas interaktif agar Bahasa Inggris tidak berhenti sebagai materi di buku.
Dengan pendekatan tersebut, grammar dapat membantu mendukung kemampuan akademik dan nilai Bahasa Inggris di sekolah, sementara speaking memberi ruang bagi siswa untuk semakin terbiasa dan berani berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Karena belajar Bahasa Inggris bukan hanya tentang mengetahui aturan, tetapi juga tentang mampu menggunakannya.